UA-90169920-1 Review Printer Laser Indonesia | reviewprinterlaser.com : April 2012

Like Our Facebook . Thank You


Powered by Blog - Widget

Selasa, 24 April 2012

Teknologi Printer Penghapus


Salah satu kelebihan printer laser adalah tingkat kepekatan hasil cetaknya yang tinggi dan lebih tahan lama dibandingkan jenis printer yang lain, sehingga hasil cetakan yang berupa tulisan misalnya, akan lebih bertahan lama di kertas cetak dan akan sangat sulit dihilangkan dari atas kertas. Namun kini sedang dikembangkan sebuah teknologi laser yang dapat menghapus toner dari atas kertas cetak nya. Teknologi ini membuat kertas dapat digunakan untuk mencetak berkali-kali sebelum akhirnya dibuang dan mungkin akan didaur ulang. Hal ini kemungkinan besar tidak akan memotong biaya pembelian kertas secara signifikan, namun akan mengurangi emisi karbon 95 persen per ton yang dihasilkan dari produksi kertas kantor, lebih baik daripada pengurangan 76 persen dari proses daur ulang saja atau lebih ramah lingkungan karena hanya memancarkan setengah emisi karbon.

Dengan menggunakan dorongan energi yang sangat cepat dari sinar laser khusus membuat toner menguap dari atas kertas tanpa merusak kertas. Hasilnya kertas tersebut sepenuhnya tidak rusak sama sekali dan dapat digunakan kembali untuk proses printing. Kertas yang digunakan dalam percobaan adalah kertas standar Canon yang dicetak dengan tinta hitam dari HP Laserjet. Teknologi ini dikembangkan oleh Julian Allwood, kepala Low Carbon Materials Processing Group bersama timnya serta peneliti doctor David Leal-Ayala di University of Cambridge bekerja sama dengan Bavarian Laser Center. Teknologi ini belum sepenuhnya diterapkan pada mesin fotocopy maupun printer maupun diproduksi secara massal karena semenjak teknologi laser yang digunakan membuat proses untuk menghapus suhunya lebih tinggi dibandingkan untuk proses mencetak. Oleh karena itu penelitian lebih lanjut masih terus dilakukan.   


Namun belum lama ini Toshiba memperkenalkan mesin cetak multifungsi yang berfungsi untuk mencetak, fotocopy, scanner, dan menghapus hasil cetakannya. Termasuk dalam jenis mesin fotocopy Toshiba E Studio, alat ini mampu menghapus hasil cetakan toner di atas kertas. Kertas yang sudah di cetak dengan toner cartridge khusus, dapat dimasukkan kembali dalam sebuah alat di mesin tersebut yang akan memberikan panas dalam derajat tertentu dan membuat toner yang tercetak di kertas akan menjadi tidak kelihatan atau hilang. Namun, kertas hanya bisa digunakan 5 kali saja. Kertas apa saja bisa di pakai. Semua alat yang dipakai produk ini dilindungi dengan hak cipta Toshiba, termasuk printer, alat penghapus dan tonernya. Penghapus toner tersebut juga dilengkapi dengan scanner sehingga semua data print yang terhapus ada kopiannya, dan kita bisa mengetahui mana yang bisa digunakan kembali. Alat ini hanya mampu menghapus cetakan toner di kertas yang tercetak toner berwarna biru, belum bisa mengenali untuk warna lain. Itu pun hasil toner yang dihapus belum terlalu bersih sehingga masih sangat terbatas kemampuan menghapusnya namun masih akan terus dikembangkan sebelum dipasarkan secara resmi. Kita tunggu perkembangan selanjutnya mengenai teknologi cetak ini.

sumber : recharge asia magazine & www.diginfo.tv 

Selasa, 17 April 2012

Sejarah Printer Laser

Printer laser adalah alat pencetak untuk komputer yang menggunakan teknologi diode cahaya untuk mendapatkan partikel-partikel kecil toner dari cartridge ke kertas. Pada tahun 1938 Charles Carlson mengembangkan teknik fotokopi disebut xerografi (atau electrophotography). Penemuannya ini dipatenkan pada bulan Oktober 1942. Teknologi ini membentuk dasar dari printer laser yang kemudian dikembangkan oleh Gary Starkweather, seorang peneliti dan insinyur di Xerox Palo Alto Research Center, mulai tahun 1969 dan selesai pada tahun 1971. Starkweather bekerja di bagian desain printer dengan memodifikasi mesin fotokopi Xerox. Starkweather menonaktifkan sistem pencitraan dan menciptakan sebuah drum berputar dengan 8 sisi cermin, dengan laser terfokus pada drum. Cahaya dari laser akan memantul dari drum berputar, menyapu halaman karena perjalanan melalui mesin fotokopi. Printer ini kemudian diberi nama EARS atau lebih dikenal dengan nama Xerox 9700. Sebagai printer laser pertama, ukurannya juga cukup besar yaitu mencapai 5 x 4 meter dan berbobot sekitar 100 kilogram. Sehingga biaya produksinya cukup tinggi dan belum diproduksi secara massal.  Namun printer ini menjadi langkah awal pengembangan dan evolusi industri laser printer di dunia. 

Semenjak itu, pengembangan printer laser pun terus dilakukan oleh berbagai ahli. Secara komersial IBM sendiri memulai teknologi ini dengan memproduksi IBM 3800 yang dipasang pertama pada kantor pusat akunting di F.W.Woolworth’s North American data Center di Milwaukee, Winconsin tahun 1976. IBM 3800 adalah industri pertama system printer kecepatan tinggi. Mengkombinasikan teknologi laser dan electrophotography. Pada awal 1980-an, permintaan sangat tinggi untuk ukuran printer yang bisa menghasilkan kualitas teks dan grafis yang lebih baik daripada printer tampak sudah ada di pasar. Hewlett Packard menjawab panggilan dengan printer Laser Jet yang kemudian cukup popular di Amerika. Tahun 1992, Hewlett-Packard memperkenalkan Laser Jet 4 yang terkenal, menggunakan resolusi 600 x 600 dot per inch(dpi). Produsen-produsen printer sampai sekarang berlomba-lomba mengembangkan teknologi printer laser baik itu Xerox, HP, Brother, Samsung, Canon, dan lain-lain.

Tahun
Peristiwa Penting Pengembangan Printer Laser
1969
Gary Starkweather, di fasilitas riset Xerox di Webster, New York, menunjukkan dengan menggunakan sinar laser dengan proses xerografi untuk membuat printer laser.
1979
IBM memperkenalkan IBM 3800 laser printer, mampu mencetak 20.000 baris per menit.
1981
Xerox memperkenalkan Star 8010, dalam National Computer Conference. Banyak fitur yang dikembangkan pada Alto adalah incorported. Ini termasuk layar bitmap, WYSIWYG pengolah kata, mouse, printer laser, Smalltalk bahasa, Ethernet, dan perangkat lunak untuk menggabungkan teks dan gambar dalam dokumen yang sama. Dengan harga mulai dari US $ 16-17,000, komputer ini tidak sukses secara komersial. Meskipun sudah 100.000 unit yang diproduksi.
1984
Apple Computer memberikan prototipe LaserWriter printer untuk Lotus Development, Microsoft, dan Aldus, dengan harapan dukungan aplikasi, mereka yang akan mengembangkannya.
1984
Hewlett-Packard memperkenalkan printer laser LaserJet, yang menampilkan resolusi 300dpi, seharga US $ 3.600.
1985
Apple Computer merilisApple LaserWriter laser printer.
1986
Apple Computer memperkenalkan LaserWriter Plus printer.
1990
Pengenalan Hewlett-Packard dari IIP LaserJet istirahat US $ 1000 harga hambatan jalan.
1992
Hewlett-Packard memperkenalkan HP LaserJet 4 printer laser
1993
Hewlett-Packard memperkenalkan printer laser LaserJet 4ml.
1993
SMM memperkenalkan Laser ColorScript 1000 printer laser warna, seharga US $ 12.499.
1995
Apple Computer memperkenalkan printer laser warna pertamanya, 12/600PS Laser Color Printer. Printer dpi 600x600 dilengkapi dengan 12 MB RAM, menggunakan mesin berbasis Canon, dan harga sekitar US $ 7.000.
1996
Hewlett-Packard mulai pengiriman HP Laser Jet 5 printer laser.
1996-sekarang
Printer laser terus berkembang dan bertambah setiap tahun

Kini banyak seri printer laser yang dapat kita temui dipasaran. Ukurannya pun samakin compact dibandingkan printer laser pertama. Meskipun beberapa perusahaan masih memproduksi printer laser ukuran besar untuk kebutuhan mencetak yang sangat besar.   Fitur-fitur khusus pada printer laser pun semakin berkembang. Semua itu dibuat untuk memudahkan user dalam penggunaan printer laser. Seperti fitur untuk multifungsi copy, print, scan dalam satu printer laser, mencetak dari ponsel smartphone ke printer laser secara langsung maupun fitur scanning 3D yang dapat memindai benda diatas scanner tanpa menggunakan penutup scanner. Kualitas cetaknya pun semakin tinggi serta kecepatan cetaknya pun semakin cepat. 

Sumber : wikipedia.com & www3.islandnet.com/ ~ kpolsson / comphist

Selasa, 03 April 2012

Pertumbuhan Printer Laser Terus Meningkat

Tren penggunaan printer di tanah air kini sudah mulai beralih dari printer tinta (inkjet) menjadi printer laser. Penggunaan tren printer laser ini pun sudah mulai digunakan di segmen pasar usaha kecil menengah (UKM). Mengutip data dari IDC, pertumbuhan pasar printer laser di Indonesia di tahun ini diprediksi naik 17,09 persen dari 208.428 unit menjadi 244.041 unit. Sedangkan pasar printer inkjet diperkirakan hanya akan naik 4,89 persen dari 2.201.081 unit menjadi 2.308.688 unit. 

Pertumbuhan yang paling pesat terjadi pada sektor usaha kecil dan menengah (UKM) yang disebabkan oleh tiga faktor. Ketiga faktor tersebut adalah pertimbangan mengenai biaya, kemudian performa printer laser yang lebih baik, dan yang terakhir adalah kepuasan hasil dari printer laser itu sendiri. UKM saat ini dipandang sudah semakin terbiasa dengan pemanfaatan teknologi informasi tanpa melihat lagi faktor biaya pembelian awal. Mereka justru sudah lebih terfokus pada segi pembiayaan total, dimana dengan pola seperti itu, UKM dapat mengurangi biaya mencetak hingga 60 persen. 

Dari segi penampilan dan performa printer laser sendiri mampu diandalkan. Printer laser sendiri dapat menghasilkan cetakan lebih cepat dan lebih bisa diandalkan dengan hasil cetak yang lebih baik. Kemudian, faktor lain yang tak kalah penting adalah, UKM disebut-sebut akan mendapatkan kenyamanan dan ketenangan dari sisi performa tanpa harus mengkhawatirkan kualitas dan kecepatan dari pencetakan (peace of mind). Karena seperti yang kita ketahui printer laser (laserjet) mampu mencetak dokumen yang sangat banyak dalam sekali perintah dengan cepat, yang jauh lebih cepat dan lebih baik dari printer inkjet. Selama ini, pengguna terutama masyarakat Indonesia hanya berpikir jangka pendek dalam membeli printer terutama masalah harga. Padahal jika dilihat dari segi biaya kepemilikan printer total, pengguna, terutama UKM di tanah air bisa mengurangi biaya mencetak hingga 60 persen.

Sebuah contoh dari Fuji Xerox, pengguna printer inkjet akan menghabiskan biaya rata-rata $ 3.709 setahun dibanding $1.607 setahun untuk pengguna printer laser. keinginan masyarakat Indonesia terhadap printer laser ini dinilai masih rendah dibanding masyarakat Vietnam. Padahal tingkat pertumbuhan ekonomi masyarakat Indonesia dinilai lebih baik dibanding masyarakat Vietnam. Sebagai contoh, masyarakat Vietnam lebih cenderung menggunakan printer laser sekitar 95 persen dibandingkan penggunaan printer inkjet sebesar 5 persen. Kecenderungannya, masyarakat Indonesia akan mengarah ke printer laser.*

Semakin berkembangnya penggunaan printer laser tentu saja membuat kebutuhan cartridge semakin tinggi untuk memenuhi kebutuhan cetak berbagai institusi pemerintah dan swasta dari berbagai bidang. Sebuah printer laser yang high quality tentu saja akan membutuhkan cartridge printer laser yang high quality pula yang mendukuang kualitas cetak dan kecepatan cetak laser printer yang dibuat oleh pihak yang berpengalaman dan fokus pada kualitas cartridge laser printer yang baik. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, ORIMAX hadir sebagai pilihan utama masyarakat untuk kebutuhan cartridge printer laser yang cocok dan aman digunakan untuk berbagai macam merk printer laser. Untuk informasi lebih lanjut klik www.orimax.co.id

*Sumber : http://tekno.kompas.com